Ingin kuliah S1 di Jerman sekaligus mendapatkan pengalaman kerja dan gaji bulanan? Program Duales Studium (Studi Ganda) di bidang IT bisa jadi jalur impian yang sangat realistis untuk kamu raih!
Apa Itu Duales Studium?
Berbeda dengan kuliah reguler atau program Ausbildung tradisional, Duales Studium menggabungkan pendidikan akademis sarjana (S1) di universitas (seperti DHBW) dengan praktik kerja langsung di perusahaan mitra.
Artinya, teori yang kamu pelajari di kelas bisa langsung kamu terapkan di dunia kerja nyata, khususnya di sektor favorit seperti Data Science dan Software Engineering.
Keuntungan Utama Duales Studium IT
Gaji Bulanan Selama Kuliah: Kamu menerima gaji resmi dari perusahaan, sehingga bisa mandiri secara finansial.
Bebas Deposit Bank (Sperrkonto): Memiliki penghasilan bulanan meminimalkan syarat dana mengendap belasan ribu Euro di rekening cadangan.
Pengalaman Kerja Industri: Lulus tak hanya bawa ijazah S1, tapi juga portofolio kerja nyata di Jerman.
Peluang Karir Tinggi: Lebih dari 85% alumni (seperti di DHBW) langsung diangkat jadi karyawan tetap di perusahaan mitranya. Permintaan tenaga ahli IT di Jerman pun terus meningkat!
Syarat & Hal Penting yang Wajib Disiapkan
Kemampuan Bahasa Jerman Level C1: Bahasa Jerman tingkat tinggi adalah syarat mutlak untuk kuliah dan berinteraksi di lingkungan profesional (persiapan C1 biasanya membutuhkan waktu ~1,5 tahun).
Kesesuaian Jurusan (Linearitas): Sistem perguruan tinggi Jerman mewajibkan jalur studi yang linier dan portofolio teknis yang relevan.
Penyetaraan Dokumen & Anabin: Ijazah dan kualifikasi pendidikan perlu dicek melalui database Anabin atau melampaui Studienkolleg jika diperlukan.
Mau Siapkan Duales Studium Tanpa Bingung?
Smarty Learning Center siap mendampingi langkahmu dari nol: mulai dari kelas bahasa Jerman intensif, penyusunan CV & portofolio, hingga persiapan simulasi wawancara!
Kelas Bahasa Jerman Intensif: Kuasai bahasa Jerman dari tingkat dasar hingga B2/C1 secara terstruktur dan efisien.
Bimbingan Dokumen Personal: Dapatkan arahan one-on-one untuk menyusun CV dan portofolio standar industri Jerman.
Pemetaan Jalur Studi: Ketahui secara pasti apakah kamu bisa mendaftar langsung atau perlu Studienkolleg terlebih dahulu.
Mulai Langkahmu Sekarang!
Kuliah sambil kerja di Jerman bukan lagi sekadar wacana. Dengan persiapan bahasa dan dokumen yang matang, impianmu bisa menjadi kenyataan.
💬 Punya Pertanyaan Seputar Program ke Jerman?
Jangan ragu untuk berdiskusi langsung! Hubungi tim konsultan Smarty Learning Center via WhatsApp untuk konsultasi gratis dan informasi lengkap seputar program persiapan studi ke Jerman.
Program Ausbildung adalah program pelatihan di Jerman yang menggabungkan antara teori dengan praktik atau program vokasi untuk mempersiapkan individu dalam memasuki dunia kerja di industri Jerman. Kurikulum program ini dibuat menyesuaikan dengan kebutuhan lapangan pekerjaan di sana.
Ausbildung diselenggarakan secara gratis bahkan mendapatkan gaji dari perusahaan dengan jumlah tertentu. Apabila kamu masih ragu untuk mendaftar, Ini dia 5 alasan kenapa kamu harus mengikuti program tersebut.
Mengapa Ikut Ausbildung?
1. Praktik Langsung
Kamu lebih menyukai praktik langsung dibandingkan belajar teori? Program Ausbildung cocok untukmu. Di program ini, kamu tidak hanya mempelajari teori, tapi kamu juga akan berlatih langsung di perusahaan yang sesuai dengan minatmu.
2. Mendapat Penghasilan
Kapan lagi mendapat tambahan ilmu sekaligus mendapat penghasilan. Dengan mengikuti Ausbildung, kamu bisa mendapat dua manfaat sekaligus. Penghasilan ini tergantung pada pekerjaan dan wilayah dari perusahaan yang kamu ikuti. Jika kamu mendapat lebih dari 12.084 euro per tahun, kamu akan dikenakan pajak penghasilan.
3. Sarana Meningkatkan Kualitas Hidup
Kamu dapat meningkatkan dan mengasah skill yang kamu miliki melalui Ausbildung. Selain itu, kamu juga memenuhi salah satu syarat dalam memperoleh pekerjaan di Jerman serta penghasilannya.
Sumber: AdobeStock
4. Prospek Karir yang Lebih Baik
Individu dengan pelatihan profesional non-akademis tak jarang lebih diminati di industri Jerman dibandingkan dengan alumni dari universitas. Maka dari itu, program Ausbildung adalah peluang besar untukmu yang mau memulai berkarir.
Siapa saja yang bisa mengikuti program ini?
Seluruh individu dari berbagai negara di dunia.
Belum memiliki pengalaman bekerja. Tetapi jika sudah berpengalaman, akan menjadi poin tambahan.
Lulusan SMA atau perguruan tinggi.
Syarat Ausbildung:
1. Visa
Kamu tidak bisa mendapatkan visa secara langsung begitu saja. Visa diperoleh ketika kamu:
Telah menemukan perusahaan untuk mengikuti Ausbildung
Jerman harus menyetujui perusahaan yang akan kamu tuju. Persetujuan tersebut akan diverifikasi selama proses pengajuan visa.
Bisa membuktikan memiliki uang sebanyak €959 perbulan (Sekitar Rp. 16.313.063 per 21 Februari 2025) untuk memenuhi biaya kehidupan bulanan.
2. Paspor
Jangan lupakan paspor sebagai dokumen penting untuk memudahkan urusan administrasimu ketika melakukan perjalanan antar negara
3. Ijazah Pendidikan Terakhir
Ijazah atau tanda kelulusan kamu ternyata juga penting, lho! Meskipun tidak semua perusahaan penyelenggara Ausbildung di Jerman membutuhkan ijazah, ada beberapa tempat yang memerlukannya sebagai syarat. Program ini biasanya tidak memerlukan ijazah. Setiap perusahaan memiliki kualifikasi masing-masing yang berbeda satu sama lain. Tapi jika memiliki ijazah, nilai bagus, dan bisa berbahasa Jerman dengan baik maka menjadi poin tersendiri bagi perusahaan tersebut. Info selengkapnya bisa kamu klik disini.
4. Kemampuan Berbahasa Jerman
Jangan berpikiran bahwa hanya dengan cakap berbahasa Inggris bisa mendaftar Ausbildung. Kemampuan berbahasa Jerman minimal level B2 adalah salah satu syarat penting sebelum mengikuti program ini di Jerman sehingga kamu perlu untuk belajar bahasa Jerman terlebih dulu.
5. Apostille Dokumen
Apostille dokumen adalah pengesahan keaslian dokumen publik sesuai dengan format yang ditentukan secara internasional. Hal ini diperlukan untuk memastikan keaslian serta validitasnya di hadapan otoritas Jerman.
Biaya Persiapan Ausbildung 2025
Jangan lupa, sebelum mendaftar program Ausbildung, kamu harus mempersiapkan sejumlah uang untuk membiayai segala hal untuk persiapan ketika di Indonesia dan uang saku bulan pertama ketika berada di Jerman. Nah, ini dia rincian biaya persiapan selama di Indonesia:
Rincian uang saku bulan pertama di Jerman:
Selain itu, ada biaya opsional yang mungkin kamu butuhkan untuk penyetaraan ijazah, fee agen di Jerman (jika kamu menggunakan agen), dan penilaian ijazah luar negeri.
Nah itu dia sedikit informasi tentang program Ausbildung dan rincian biaya persiapannya di tahun 2025. Kamu tertarik mengikuti program ini? Atau masih bingung? Temukan solusinya bersama kami!
Chancenkarte memudahkanmu yang ingin bekerja di Jerman. Berbeda dengan Job Seeker Visa, melalui Chancenkarte kamu mendapatkan izin bekerja paruh waktu dan izin tinggal resmi selama 1 tahun. Yuk, simak artikel ini sampai habis untuk mengetahui tentang Chancenkarte!
Pengertian Chancenkarte
Chancenkarte atau Opportunity Card adalah program milik pemerintah Jerman yaitu visa berbasis poin yang memudahkanmu untuk mencari pekerjaan di Jerman selama 1 tahun tanpa harus memiliki tawaran kerja terlebih dahulu.
Tujuan Chancenkarte adalah untuk memperoleh tenaga kerja terampil dari luar Uni Eropa dalam mengatasi kurangnya tenaga kerja di Jerman.
Chancenkarte VS Job Seeker Visa
Chancenkarte dan Job Seeker Visa memiliki fungsi yang sama, yakni sama-sama berfungsi sebagai visa untuk mencari pekerjaan di Jerman. Lalu, apa yang membedakannya?
Fitur
Chancenkarte
Job Seeker Visa
Kualifikasi Minimum
Jumlah total poin untuk kualifikasi dasar
Gelar yang diakui Jerman, pengalaman kerja, asuransi kesehatan
Bekerja Paruh Waktu
Diizinkan hingga 20 jam per minggu
Tidak diizinkan
Durasi
1 tahun
6 bulan
Keterampilan Bahasa
Minimal tingkat A2 bahasa Jerman atau C1 bahasa Inggris
Minimal tingkat A1 bahasa Jerman atau bahasa Inggris tingkat B2
Perpanjangan Durasi
Peralihan visa kerja atau Blue Card
Jika mendapat kerja, beralih ke visa kerja
Apa itu Sistem Poin Chancenkarte?
Pemerintah Jerman menggunakan sistem poin sebagai mekanisme penilaian untuk menentukan apakah seseorang memenuhi persyaratan atau tidak. Setidaknya kamu harus memiliki minimal 6 poin untuk mendapatkan Chancenkarte.
Selain memiliki minimal 6 poin, kamu juga harus memiliki bukti mampu membiayai kehidupanmu sendiri melalui surat pernyataan atau Sperrkonto yaitu rekening khusus yang dananya hanya dapat ditarik jika pemilik rekening sudah tiba di Jerman dan pemilik hanya dapat menarik dana dengan jumlah tertentu setiap bulannya. Setidaknya, kamu harus membuktikan memiliki uang setidaknya 1.091 euro per bulan.
Studi Kasus Sistem Poin
Agar memudahkanmu untuk memahami sistem poin, berikut contoh perhitungan poin dengan latar belakang yang berbeda:
Individu pertama
Nama
: Maria
Usia
: 26 Tahun
Pendidikan
: S1 Teknik Informatika (alumni salah satu universitas di Indonesia)
Pengalaman kerja
: 3 tahun sebagai Software Developer
Bahasa Jerman
: Belum bisa
Riwayat tinggal di Jerman
: Belum pernah
Perhitungan Poin:
Usia kurang dari 35 tahun (2 poin), pendidikan tinggi lebih dari 3 tahun (4 poin), pengalaman kerja 3 tahun (2 poin), bahasa Jerman (0 poin), tinggal di Jerman (0 poin). Totalnya Maria memiliki 8 poin.
Individu kedua
Nama
: Budi
Usia
: 32 tahun
Pendidikan
: SMK Tata Boga Indonesia
Pengalaman kerja
: 6 Tahun sebagai koki di hotel bintang 4
Bahasa Jerman
: Level B1 sertifikat Goethe
Riwayat tinggal di Jerman
: Au Pair selama 1 tahun
Perhitungan poin:
Usia 33 tahun (1 poin), pendidikan kejuruan lebih dari 2 tahun (4 poin), pengalaman kerja lebih dari 5 tahun (3 poin), bahasa Jerman level B1 sertifikat Goethe (3 poin), tinggal di Jerman sebagai Au Pair (1 poin). Total Budi memiliki 11 poin.
Rincian Poin
Kualifikasi
Poin
Pendidikan yang sudah disetarakan sesuai peraturan Jerman
4
Pengalaman profesional
2 – 3
Keterampilan bahasa Jerman
1 – 4
Usia di bawah 35 tahun dan di bawah 40 tahun
1 – 2
Pernah tinggal di Jerman
1
Mendaftar bersama pasangan
1
Keduanya mendapatkan Chancenkarte karena memiliki poin lebih dari 6. Kamu bisa melihat kriteria poinnya di sini
Apakah Bisa Mendaftar dari Indonesia?
Ya, bisa. Kamu bisa mendaftar dari Indonesia dengan mengisi formulir pendaftaran serta memiliki paspor yang masih berlaku. Selain itu, kamu juga harus mempersiapkan beberapa syarat beserta buktinya yang bisa kamu pertanggungjawabkan untuk memenuhi minimal 6 poin dan bukti memiliki biaya untuk memenuhi kebutuhan hidup bulananmu. Ingin memenuhi jumlah poin untuk mendapatkan Chancenkarte tapi bingung bagaimana caranya? Bergabunglah bersama kami! Kami siap membantumu untuk menemukan solusinya!
Pernah terbayang nggak, kuliah di Jerman tapi malah dibayar? Ternyata, program tersebut nyatanya ada, lho. Bukan hanya sekedar mimpi belaka. Program ini adalah Duales Studium. Simak artikel ini sampai habis buat tahu tentang program tersebut!
Apa sih, Duales Studium itu?
Duales studium adalah sebuah program untuk kamu yang masih berusia 35 tahun atau di bawahnya. Program ini mengkombinasikan antara kegiatan belajar akademik di universitas dan praktik kerja di perusahaan mitra. Kamu akan mendapatkan dua status yakni sebagai mahasiswa dan karyawan. Di Tahun pertama, kamu akan menerima penghasilan kotor sekitar 900 hingga 1.500 euro per bulan. Tetapi, jumlah tersebut akan terus meningkat hingga rata-rata sekitar 2.900 euro. Besaran tersebut tergantung pada masing-masing perusahaan.
Apakah Dipungut Biaya untuk Ikut Duales Studium di Jerman?
Tidak. Kamu dapat mengikuti Program ini secara gratis. Jika kamu berkuliah di universitas negeri maupun swasta karena kamu memiliki kontrak kerja, kamu akan mendapatkan keuntungkan yaitu perusahaan akan menanggung biaya kuliahmu. Tetapi, ada pengecualian jika kamu berkuliah di universitas negeri wilayah Baden-Württemberg, kamu akan membayar secara mandiri biaya kuliah khusus mahasiswa Internasional dari luar Uni Eropa. Selain itu, kamu juga harus cek isi surat perjanjian kerja, apakah semua pembayaran biaya kuliah termasuk iuran wajib kontribusi yang dibayar €100-300 / semester kita akan ditanggung oleh perusahaan atau kita yang harus membayarnya sendiri.
Yuk, Kenali Jenis-Jenis Duales Studium
1. Vocational Training
Jenis duales studium ini menggabungkan pembelajaran akademis di universitas dengan pelatihan kejuruan di perusahaan yang telah menjadi mitra universitas. Kegiatan yang akan kamu lakukan adalah datang ke perkuliahan, bekerja di perusahaan, dan mengikuti sekolah vokasi untuk mendapatkan pendidikan tambahan. Jadi kamu akan mendapatkan gelar akademis sekaligus sertifikat dari sekolah vokasi yang menandakan bahwa kamu adalah seorang yang berpengalaman dan akan meningkatkan peluangmu berkarir di Jerman.
2. Internship
Berbeda dengan jenis sebelumnya yang mendapat pendidikan tambahan, di internship ini kamu akan melakukannya dalam jangka waktu yang cukup panjang dan hanya akan mendapatkan gelar akademis serta pengalaman kerja praktis di perusahaan tanpa mendapatkan sertifikat pelatihan kejuruan seperti vocational training.
3. Full Time Job
Jenis duales studium fulltime ini untuk seseorang yang telah bekerja tapi masih ingin mengejar gelar akademis. Full time job menawarkan dua pilihan yaitu mengurangi jam kerja untuk menempuh perkuliahan atau tetap bekerja dengan jam kerja seperti biasa sambil menyeimbangkan antara waktu untuk studi
Syarat Apa saja yang Harus Dipenuhi untuk Mendaftar Duales Studium di Jerman?
1. Ijazah
Pendaftar Sarjana
a. Memiliki ijazah yang setara dengan Abitur (ijazah kelulusan SMA di Jerman) atau Fachabitur (ijazah kelulusan SMK yang spesifik di bidang tertentu).
b. Ijazah sesuai dengan persyaratan Hochschulzugangsberechtigung (HZB). Kamu bisa cek apakah ijazahmu sudah memenuhi syarat atau belum di sini.
Ijazah adalah wajib untuk duales studium yang terintegrasi dengan vocational training maupun internship.
Pendaftar Magister
a. Selain ijazah SMA/SMK yang setara dengan Abitur atau Fachabitur, kamu harus memiliki ijazah S1 yang linier dengan jurusan master yang akan diambil.
Catatan Tambahan: Jika ijazah SMA atau SMK milikmu tidak diakui setara Abitur atau Fachabitur, kamu harus mengikuti Studienkolleg dan lulus ujian Feststellungsprüfung.
2. Kemampuan Berbahasa Jerman
Setidaknya, kamu harus memiliki salah satu di antara sertifikat ini:
TestDAF (level C1)
DSH (level C1)
Goethe-Zertifikat C2
Telc Deutsch C1 Hochschule
DSD II (level C1)
Tetapi jika kamu memilih program yang diajarkan dengan bahasa Inggris, maka kamu wajib memiliki sertifikat TOEFL atau IELTS. Tetapi jangan terlalu berharap banyak, karena jumlahnya sangat terbatas dan persaingannya juga cukup ketat.
3. Kontrak Kerja atau Pelatihan
Kamu harus memiliki kontrak kerja atau pelatihan yang telah ditandatangani oleh perusahaan mitra sebelum mendaftar kuliah.
4. Memiliki Nilai yang Bagus
Kamum memerlukan nilai yang bagus dalam mata pelajaran tertentu yang masih berkaitan dengan jurusan yang akan kamu pilih. Misal kamu akan mendaftar jurusan teknik, maka nilaimu di mata pelajaran fisika, matematika, atau jenis mata pelajaran lain yang masih berkaitan dengan teknik harus bagus nilainya.
Apakah kamu tertarik dengan program duales studium di Jerman? Kami siap membantumu mulai dari belajar bahasa Jerman hingga menemukan perusahaan atau universitas dengan program duales studium yang sesuai untukmu. Hubungi kami untuk memulai perjalananmu!
Jerman merupakan salah satu negara maju yang memberikan investasi jumlah besar untuk penelitian. Karena hal tersebut, banyak individu dari luar Jerman yang berkarir sebagai peneliti. Jerman menawarkan berbagai fasilitas mulai dari infrasturuktur yang memadai, pendanaan penelitian, hingga kolaborasi internasional. Jika kamu ingin bekerja sebagai peneliti, kerja di Jerman mungkin tepat untukmu dan kamu bisa mendaftar pekerjaan tersebut dari Indonesia.
Sumber:iStock
Jenis Pekerjaan Peneliti di Jerman:
Pekerjaan di Bidang Akademik
1. Profesor Muda
Kerja di Jerman sebagai dosen dengan status profesor muda cocok untukmu yang baru saja menyelesaikan S3 dan menjadi transisi yang tepat jika kamu ingin berkarir menjadi profesor. Profesi ini memiliki kewajiban mengajar serta berpartisipasi aktif terhadap administrasi akademik sesuai dengan ketentuan masing-masing universitas.
2. Profesor
Profesor di Jerman memiliki kedudukannya masing-masing seperti profesor muda yang telah dibahas sebelumnya, profesor W2, dan profesor senior. Menjadi profesor di Jerman, kamu akan mendapat berbagai keuntungan. Di antaranya yaitu mendapat peluang yang lebih besar untuk melaksanakan penelitian dengan kolaborasi internasional.
Pekerjaan di Bidang Non-Akademik
1. Peneliti di Organisasi Nirlaba Jerman
Di Jerman terdapat berbagai organisasi penelitian yang sudah ada sejak lama seperti Max Planck, Fraunhofer, dan Helmholtz. Organisasi-organisasi tersebut menyediakan fasilitas penelitian dan mendapat pendanaan yang cukup dari Pemerintah Jerman. Beberapa orang dari berbagai negara telah bekerja dalam organisasi tersebut.
Sumber:CleanPNG
2. R&D Industri Jerman
Industri di Jerman mengkolaborasikan antara bisnis dengan penelitian di berbagai bidang untuk memajukan industri mereka. Sektor industri yang berinvestasi untuk R&D sebagian besar adalah industri transportasi terutama mobil, bioteknologi, informasi dan teknologi, serta perusahaan-perusahaan kecil. Kamu bisa melihat informasi selengkapnya di sini
Syarat Kerja di Jerman sebagai Peneliti
1. Gelar Akademik
Memiliki gelar doktor atau magister merupakan salah satu syarat penting untuk menjadi peneliti di Jerman. Magister yang dimaksud adalah M.Si (Magister Sains) dalam bidang apa saja dan bukan magister profesi seperti perawat dan psikolog.
2. Keterampilan Bahasa
Melamar kerja di Jerman sebagai peneliti atau ilmuwan sebenarnya cukup dengan keterampilan berbahasa Inggris, tidak perlu dengan bahasa Jerman. Tetapi, bisa berbahasa Jerman akan sangat memudahkanmu ketika berinteraksi dengan yang lain, baik di perusahaan maupun ketika berurusan dengan administrasi.
3. Visa Penelitian
Lembaga penelitian yang diakui akan memberimu visa khusus penelitian dengan syarat kamu telah menandatangani Aufnahmevereinbarung atau perjanjian dengan mereka sebagai peneliti internasional. Selain itu, lembaga penelitian tersebut berkomitmen menanggung biaya hidup serta biaya perjalanan ke negara asal. Hal ini tidak berlaku jika kamu mendapat beasiswa
4. EU Blue Card
EU Blue Card adalah kartu izin tinggal dan bekerja di negara Uni Eropa yang memiliki kualifikasi tinggi. Kartu ini berlaku selama empat tahun dan memperpanjangnya sesuai dengan kebutuhan.
Berikut beberapa syarat untuk mendapatkan UE Blue Card:
Memiliki kualifikasi akademik yang setara dengan akademik Jerman. Jika tidak, kamu bisa mendapatkan kualifikasi tersebut dalam waktu 3 tahun.
Apabila telah mendapat pekerjaan di Jerman, pekerjaan tersebut memiliki masa kerja 6 bulan, sesuai dengan gelar akademik yang kamu miliki, dan mendapat gaji kotor setidaknya 48.300 euro pertahun.
Apabila bekerja di bidang profesi yang sulit peluang diterimanya, gaji kotor yang didapatkan per tahun sebanyak 43.759,80 euro dan pekerjaan tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Federal Employment Agency.
Bagaimana? apakah kamu berminat kerja di Jerman sebagai peneliti? Jika kamu masih bingung atau ragu, hubungi kami untuk menemukan solusinya.
Bingung punya sertifikat pelatihan profesional atau gelar akademis dan sudah melamar kerja sana-sini tapi tak kunjung mendapat panggilan wawancara? Mungkin mendaftar kerja di Jerman bisa jadi solusi yang sesuai untuk kamu. Jerman membutuhkan tenaga kerja terampil dengan kualifikasi yang terjamin. Ini dia 10 tenaga ahli yang dibutuhkan:
Sumber:Google
1. Perawat
Harapan hidup yang tinggi dan meningkatnya penduduk usia tua di Jerman dari tahun ke tahun membuat permintaan pekerja di bidang keperawatan juga meningkat. Sementara itu, penduduk usia muda yang ingin bekerja menjadi perawat mengalami penurunan sehingga Jerman membutuhkan pekerja terampil di bidang keperawatan. Untuk kamu yang sudah memiliki pendidikan D3 atau S1 jurusan keperawatan bisa langsung mendaftar dari Indonesia. Persyaratan lengkapnya bisa kamu lihat di sini.
Sumber:iStock
2. Engineer (Insinyur)
Tidak asing lagi di telinga kita bahwa Jerman merupakan salah satu negara yang terkenal dengan industri otomotif dan produk elektroniknya yang berkualitas. Industri tersebut memberikan kesempatan pekerjaan bagi insinyur. Selain bekerja di industri otomotif, insinyur juga dapat bekerja di bidang AI, energi terbarukan, dan pengawasan konstruksi. Kamu bisa mengunjungi informasinya di sini.
3. Spesialis IT
Teknologi di Jerman menjadi salah satu sektor terdepan sehingga industri IT menjadi industri penggerak ekonomi Jerman dan menjadi penyumbang omset sebanyak 215 miliar euro. Mengembangkan perangkat lunak, aplikasi, keamanan IT, dan data scientist membutuhkan keterampilan dari spesialis IT. Â Bidang IT juga salah satu bidang pekerjaan yang sangat dibutuhkan sehingga sangat mungkin dilamar langsung dari Indonesia. Selengkapnya bisa kamu lihat di sini.
4. Tenaga Ahli Bidang Transportasi
Pengemudi profesional seperti masinis dan bidang transportasi laut membutuhkan tenaga ahli. Bisa menyetir atau menguasai transportasi laut saja tidak cukup. Maka dari itu ada beberapa persyaratan yang harus kamu penuhi terlebih dahulu seperti keterampilan berbahasa Jerman dan memiliki SIM dengan jenis khusus di Uni Eropa sebelum resmi menjadi pekerja terampil di bidang transportasi.
5. Ilmuwan / Lulusan Magister Sains
Tidak hanya sekedar dibutuhkan di sektor penelitian dan pendidikan, berbagai sektor industri Jerman seperti industri kimia, penelitian dan pengembangan, teknik energi, dan teknik listrik juga membutuhkan ilmuwan. Terlebih, Jerman sedang mengembangkan sektor nanoteknologi dan bioteknologi. Selain itu, menjadi ilmuwan di Jerman sangat memungkinkan untuk jurusan lainnya seperti jurusan sosial humaniora.
6. Tenaga Ahli Bidang Perhotelan dan Katering
Sebelum resmi menjadi tenaga ahli di bidang ini, ada kursus yang dilaksanakan kurang lebih selama 3 tahun. Pekerjaan di bidang ini mencakup 5 jenis pekerjaan yaitu sebagai juru masak, spesialis restoran, spesialis sistem katering, pakar industri perhotelan, dan pakar katering restoran sekaligus event.
7. Green Jobs (Pekerjaan Ramah Lingkungan)
Jerman saat ini sedang mendorong pekerjaan yang ramah lingkungan untuk mewujudkan ekonomi hijau sehingga muncul berbagai karier baru di perindustrian Jerman dan terjadi peningkatan lowongan kerja dengan kualifikasi mumpuni yang peduli dengan lingkungan. Cek info selengkapnya di sini.
8. Tenaga Ahli Bidang Pendidikan
Bekerja di bidang pendidikan Jerman tidak hanya terbatas sebagai guru. Kamu bisa memilih bekerja sebagai pendidik yang merawat dan mengasuh di tempat penitipan anak atau penyandang disabilitas, atau pendidik sosial yang bekerja di tempat rehabilitasi, lembaga pemasyarakatan, atau lembaga pelayanan remaja dan keluarga.
9. Craftspeople (Perajin)
Craftspeople atau perajin menjadi salah satu penggerak roda perekonomian Jerman. Konsumen dari perajin tidak hanya dari individu, tetapi juga dari industri manufaktur dan sektor negara. Ada berbagai macam perajin yang dibutuhkan di Jerman. Kamu bisa memilih yang sesuai dengan keterampilanmu.
10. Tenaga Ahli Bidang Medis
Jerman membutuhkan beberapa pekerja terampil di bidang medis seperti dokter, fisioterapis, apoteker, asisten medis, teknisi gigi, dan teknisi ortopedi.
Nah, itu dia beberapa tenaga ahli yang mungkin sesuai dengan keterampilan atau gelar akademis yang kamu miliki. Ingin menjadi bagian dari salah satu di atas tapi bingung untuk memulainya? Jangan buang waktumu, konsultasikan dengan kami.
Punya impian tinggal di Jerman tapi bingung mau ngapain? Atau mau tinggal di Jerman sambil dapat penghasilan? Ini dia 10 program di Jerman yang bisa kamu ikuti.
Terdapat dua jenis tenaga ahli di Jerman yaitu mereka yang sudah mengikuti pelatihan professional atau memiliki gelar akademis. Bukti telah mengikuti pelatihan atau memiliki gelar akademis di luar Jerman, harus diakui secara resmi di Jerman berdasarkan peraturan yang berlaku. Mereka yang sudah memiliki pengalaman dan bidang kerja yang dibutuhkan, maka bisa langsung mendaftar kerja dari Indonesia dan bisa merasakan tinggal di Jerman.
Jerman terbuka lebar bagi individu yang ingin bekerja sebagai peneliti. Beberapa karier yang bisa kamu manfaatkan yaitu:
a. Menjadi dosen tamu yang dapat mengajar serta melakukan penelitian di lembaga pendidikan tinggi Jerman dengan jangka waktu tertentu.
b. Bekerja di lembaga pendidikan tinggi Jerman.
c. Bekerja sebagai R&D di perusahaan-perusahaan Jerman.
Program ini cocok bagi siapa pun yang sudah memiliki setidaknya gelar S1 dan S2 atau magister sains (M.Si), bukan magister profesi seperti Psikolog, Apoteker, Notaris. Program ini terbuka untuk semua jurusan dan bisa mendaftar dari Indonesia langsung.
Kalau bidang pekerjaan kamu bukan dari bidang yang sangat dicari di Jerman dan ingin merasakan tinggal di Jerman, contoh kamu tertarik di bidang di Marketing, kamu bisa mendaftar program Chancenkarte atau Opportunity Card yang memiliki berbagai keuntungan. Di antaranya, kamu bisa pergi ke Jerman terlebih dulu. Kenapa? karena peluang kamu diterima kerja di Jerman lebih besar jika kamu sudah berada di sana walaupun kamu bukan lulusan dari Universitas di Jerman. Program Chancenkarte atau Opportunity Card cocok untuk kamu yang bukan lulusan dari Universitas di Jerman dan di luar bidang pekerjaan yang dicari di Jerman. Persyaratan pendaftaran Chancenkarte bisa kamu lihat di sini
4. Sprachkurs
Sprachkurs yaitu kursus bahasa di Jerman tersedia dengan berbagai macam. Kamu bisa pilih salah satu di antara ketiganya yang paling sesuai dengan kebutuhanmu:
a. Kursus bahasa Jerman intensif hingga 12 bulan.
b. Kursus untuk persiapan melanjutkan pendidikan di Jerman. Beberapa universitas atau jurusan kemungkinan memiliki persyaratan keterampilan berbahasa hingga level tertentu.
c. Kursus sebagai persiapan mengikuti pendidikan vokasi terutama jika pelatihan lanjutannya di perusahaan dengan Deutschsprachförderverordnung.
Mirip dengan Chancenkarte, kalau kamu mengikuti Sprachkurs terlebih dulu dan tinggal di Jerman, peluang kamu untuk diterima sangat besar jika ingin mencari kerja di sana atau mengikuti pendidikan vokasi (Ausbildung). Apalagi jika kamu dapat menguasai level Bahasa Jerman tingkat B2 atau bahkan C1.
Bagi kamu yang ingin bebas memilih bidang pekerjaan yang ingin kamu kerjakan, kamu bisa mengikuti program kuliah di Jerman secara mandiri. Walaupun biayanya tidak murah, kuliah di Jerman dengan biaya mandiri memberikan kebebasan memilih jurusan dan bidang pekerjaan yang nanti akan kamu kerjakan. Tenang saja, asal kalian bisa mengatur waktu dan keuangan dengan baik, kalian tetap bisa kuliah di Jerman sambil bekerja secara paruh waktu atau bekerja secara full time ketika libur kuliah di Jerman.
Kalau kamu ingin tinggal di Jerman dan tidak mau pusing mengenai biaya, Jerman memberikan beasiswa bagi mahasiswa internasional. Beberapa beasiswanya yaitu dari DAAD Scholarship Programs, Erasmus Mundus, dan LPDP yang bisa didaftarkan dari Indonesia. Kalau kamu sudah berada di Jerman beasiswanya lebih banyak seperti Heinrich Böll Stiftung, Konrad Adenauer Stiftung, Friedrich Ebert Stiftung, Deutschlandstipendium, Beasiswa dari masing-masing Universitas dan Organisasi Gereja atau masyarakat di Jerman.
Kalau kamu ingin tinggal di Jerman sambil bekerja dan nggak merasa terlalu pintar secara akademik, kuliah sambil kerja atau Duales Studium adalah salah satu program yang cocok untuk kamu. Mendapat gelar sarjana sekaligus mendapatkan penghasilan. Bahkan program ini tersedia juga untuk master. Duales Studium mengkombinasikan antara pendidikan di universitas dengan pengalaman praktik kerja di sebuah perusahaan. Kuliah dengan Duales Studium, kamu tidak perlu takut akan masa depanmu. Permasalahan biaya tidak perlu pusing karena kamu akan dapat gaji serta biaya kuliah akan dibantu perusahaan. Setelah lulus kuliah, perusahaan dengan senang hati akan menerima kamu bekerja.
8. Ausbildung
Berbeda dengan duales studium yang mendapatkan gelar akademik,Ausbildungtidak mendapatkan gelar tersebut. Program ini lebih berfokus pada pelatihan keterampilan profesi tertentu seperti perawat, teknisi, mekanika, dan bidang kejuruan lainnya untuk memenuhi lapangan pekerjaan di Jerman. Peserta Ausbildung juga mendapatkan uang bulanan selama pelatihan berlangsung. Tentu saja ketika program selesai perusahaan dengan senang hati menerima kita bekerja. Berita baiknya program ini menerima kamu dengan atau tanpa pengalaman yang relevan sama sekali. Jadi kesempatan kamu belajar lagi dari awal sangat tinggi.
FSJ (Freiwiliges Soziales Jahr) dan BFD (Bundesfreiwiligendienst) merupakan program relawan sosial di Jerman selama 1 tahun di lembaga atau yayasan yang diakui pemerintah setempat. Salah satu syarat untuk mendaftar program ini adalah mendapatkan surat kontrak kerja langsung dari instansi yang dilamar. Untuk bisa diterima, kemampuan berbahasa Jerman menjadi salah satu pertimbangan. Berita gembiranya untuk program BFD, tidak ada batasan usia untuk mengikuti program tersebut.
Au Pair adalah kegiatan pertukaran budaya internasional. Dengan mengikuti program ini, kamu bisa tinggal di Jerman selama 6 bulan sampai 1 tahun dan maksimal berusia 26 tahun. Tujuan dari adanya program ini untuk meningkatkan keterampilan berbahasa Jerman dan merasakan kehidupan di Jerman karena peserta Au Pair akan membaur dan berintegrasi bersama masyarakat lokal. Au Pair merupakan program termurah dan dengan syarat yang paling ringan dari seluruh program di atas.
Itu dia 10 program yang bisa kamu ikuti dan berkesempatan tinggal di Jerman. Tertarik dengan salah satu atau beberapa program di atas? Konsultasikan bersama kami!
Menjadi mahasiswa di Jerman bukan hanya impian indah, tetapi juga tantangan yang membutuhkan perencanaan matang. Bagi mereka yang memiliki minat besar untuk mengejar pendidikan tinggi di Jerman, tetapi menghadapi kendala finansial, bekerja sambil kuliah bisa menjadi solusi yang cerdas. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara rinci cara menjuliah ke Jerman sambil tetap fokus pada perkuliahan, ditujukan khusus untuk mereka yang memiliki hasrat besar untuk menimba ilmu di negeri ini.